Widal Foundation lahir dari semangat kepedulian sosial yang berawal dari komunitas kreatif bernama Widal Community. Sejak berdiri, Widal Community telah meraih banyak pencapaian dalam berbagai bidang kreativitas lintas segmen. Namun, di tengah keberhasilan tersebut, terasa ada satu hal yang belum tersentuh: kegiatan sosial.
Kesadaran itu hadir pada tahun 2020, saat Widal Community untuk pertama kalinya melaksanakan kegiatan “Berbagi Bersama Anak Yatim se-Sukabumi”. Suasana haru, kebahagiaan, dan ketenangan yang lahir dari kegiatan tersebut menjadi pengalaman berharga. Dari sanalah tumbuh tekad untuk lebih konsisten berbagi dengan sesama, khususnya kepada anak-anak yatim.
Ketua Umum Widal Community, Mbul Widal, melihat antusiasme luar biasa dari sahabat sekaligus sosok yang sudah dianggap seperti adik sendiri, Ade Suhendar. Melihat semangat itu, Mbul Widal bersama Dewan Pembina Widal, Abah Yose, berdiskusi untuk memberikan wadah resmi agar kegiatan sosial bisa berjalan lebih terarah. Atas arahan Abah Yose, lahirlah gagasan pembentukan sebuah yayasan, dan Ade Suhendar dipercaya sebagai Ketua Umum.
Tanpa ragu, Ade Suhendar menerima amanah tersebut. Maka, pada tahun 2021, resmi berdirilah sebuah yayasan dengan nama Yayasan Baraya Widal Sukabumi (Widal Foundation), yang hingga kini menjadi motor utama kegiatan sosial di bawah naungan Widal.
Perjalanan & Perkembangan Kegiatan
Sejak awal, Widal Foundation tidak berhenti pada kegiatan tahunan saja. Ade Suhendar merasa satu tahun terlalu lama untuk menunggu momen berbagi. Maka dimulailah kegiatan berbagi per enam bulan, kemudian berkembang menjadi tiga bulanan, hingga akhirnya hadir juga kegiatan bulanan.
Selain itu, Widal Foundation turut aktif dalam:
- Program Berbagi Kitab Suci Al-Qur’an & Peralatan Pengajian.
- Bantuan sosial saat bencana alam.
- Kegiatan berkurban tahunan.
- Aksi rutin di bulan Ramadan dengan berbagi setiap minggu, yang selalu ditutup dengan santunan bersama anak yatim di penghujung Ramadhan.
Puncaknya, sejak 4 tahun terakhir, Widal Foundation menjalankan program “Jumat Berkah Bersama Anak Yatim” yang dilaksanakan setiap minggu tanpa terputus satu kali pun.
Visi & Harapan
Bagi Ade Suhendar, kegiatan sosial bukan sekadar rutinitas, melainkan panggilan hati. Dengan moto “apa yang dipegang harus terus bermanfaat bagi orang lain”, ia terus berupaya mengembangkan Widal Foundation agar semakin luas memberi manfaat.
Salah satu mimpi besarnya adalah mendirikan sekolah gratis untuk anak-anak yang kurang mampu, sebuah cita-cita mulia yang menjadi tujuan jangka panjang Widal Foundation.
Sejak ditetapkan, Hari Jadi Widal Foundation diperingati setiap tanggal 15 Februari, sebagai pengingat lahirnya wadah amal, kepedulian, dan keberkahan bagi sesama.